Peluncuran Buku “Broiler Signals”

Ayam broiler merupakan ternak yang sangat cepat pertumbuhannya sehingga membutuhkan perawatan intensif. Kesa – lahan dalam budidaya menyebabkan ting ginya harga produksi, bahkan bisa merugi. Karena itu, penting untuk mengetahui pengelolaan yang tepat dimulai dengan mengenali sinyal-sinyal pertumbuhannya. Dutch-Indonesian Programme on Food Security (DIFS)-Live yang merupakan kerjasama antara Kementerian Pertanian de – ngan Kedutaan Besar Belanda di Jakarta, meluncurkan buku “Broiler Signals” edisi Bahasa Indonesia (19/6). Penerbitan buku ini juga hasil kerjasama DIFSLIVE dengan Medion, Universitas Wageningen dan Sommen. “Edisi bahasa Inggrisnya sukses pada pe – luncuran pertama tahun 2014. Nah seka – rang dengan bangga kami meluncurkan buku Broiler Signals dalam versi Bahasa Indonesia,” terang Lucie Wassink, Konsul Pertanian Kedutaan Besar Belanda untuk Indonesia, Malaysia, dan Singapura. Buku ini ditulis Maarten de Gussem, Kris – tof van Mullem, Koos van Middelkoop, dan Ellen van’t Veer. Isi buku juga ber – dasarkan penelitian dan kerjasama de – ngan penyuluh, dokter hewan, dan pe – neliti ternak unggas di seluruh Indonesia. Dan sudah pasti, isinya menyesuaikan dengan keadaan dan kondisi di Indonesia.

Kadin Ajak Perbankan Garap Perikanan

Saat ini, 90% potensi budidaya per – ikanan belum optimal. Wakil Ketua Umum Kamar Dagang Industri (Kadin) Bidang Kelautan dan Perikanan, Yugi Prayanto mengatakan, jika digarap dengan baik, potensi sektor perikanan dan kelautan bisa mencapai US$1,33 triliun. “Kita harapkan visi poros maritim dunia yang ingin dicapai pemerintah dapat didukung oleh perbankan,” ujar Yugi pada dialog “Kredit di Sektor Maritim dan Perikanan” di Jakarta (18/5). Kredit perbankan untuk sektor maritim dan perikanan di Indonesia saat ini masih sangat rendah. Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) hingga Januari 2017, kredit sektor perikanan hanya Rp9,14 trili – un dari proyeksi sebesar Rp16,6 triliun pada 2017. Sedangkan kredit ke sektor pertanian, perburuan, dan kehutanan sebesar Rp278 triliun. Irnal Fiscallutfi, Direktur Grup Peng awasan Spe – sialis II OJK mengungkap, ta hun ini sebanyak 47 bank menyampaikan ko – mitmen untuk pembiaya – an ke sektor perikanan dan kelautan. Salah satu bank pelat merah yang sudah aktif menya lurkan kredit sektor ini adalah Bank BRI. Direktur BRI Donsuwan Si – matupang me nyatakan, BRI siap menya lurkan kre – dit sebesar Rp9,8 triliun untuk sektor kelautan dan perikanan. Dari angka tersebut, pe nyalurannya terbagi dua, untuk on farm sebesar Rp3,98 triliun dan off farm sebesar Rp5,9 triliun.