Mengenal Ceva Lebih Dekat

Mengenal Ceva Lebih Dekat

Untuk pertama kalinya, per usahaan top 10 dunia dalam bidang kesehatan hewan, Ceva, menyelenggarakan pertemuan dan silaturahmi bersama media. Country Manager PT Ceva Animal Health Indonesia, Edy Purwoko, dalam sambutannya berujar, sarana ini sebagai wujud komunikasi ser ta menjaga hubungan baik antara perusahaan dan media. “Media bisa lebih mengetahui apa dan bagaimana perkembangan bisnis Ceva.

Semoga acara ini bisa berlangsung rutin setiap tahun,” ungkapnya di The Breeze BSD City, Serpong, Tangerang Selatan, Rabu (31/1). Senada dengan Edy, Adhys ta Prahaswari, Marketing Executive PT Ceva Animal Health Indonesia menam bahkan, kegiatan ini bertujuan untuk menjalin silaturahmi dengan media. Acara ini juga sekaligus sebagai sarana bertukar pendapat dan informasi terkait isu dan permasalahan penyakit hewan terbaru di lapangan.

What Makes Ceva Different

Ceva hadir di 45 negara dan berbis nis di 110 negara. Meskipun terbilang perusahaan baru, pertumbuhan Ceva begitu pesat. Dari awal perusahaan ber diri, penjualan mencapai 131 juta Euro pada 2000. Sementara pada 2016 pen jualan me nyentuh angka 912 juta Euro, dan pada November 2017, pen jual an melewati 1 miliar Euro secara global.

Bukan tanpa alasan Ceva menjadi per usahaan top 10 semenjak 2010. Edy mengungkap, yang membuat Ceva ber beda dari perusahaan lain adalah adanya value-value perusahaan yaitu salah satunya customer passion. “Ceva selalu berupaya dekat dengan pelanggan dan berusaha memberikan yang terbaik,” tuturnya. Selain itu, Edy menambahkan, bahwa naik dan berkembangnya suatu per usahaan lantaran adanya inovasi.

Tidak hanya memiliki produk-produk vaksin yang inovatif hatchery, produk dan solusi yang Ceva berikan hadir mulai dari segmen breeder dan commercial (broiler dan layer). Selain itu, Ceva Indonesia juga dilengkapi dengan program-program khusus (CHICK Program dan EGGS Program) dan equipment handal yang diper sembahkan untuk para pelanggan.

Menjawab Tantangan

Berbicara industri perunggasan, banyak tantangan untuk menjaga sta bi litas produksi. Ayatullah M. Natsir, Tech nical & Marketing Manager PT Ceva Animal Health Indonesia menga takan, tantangan di sektor perung gas an tidak lepas dari berbagai macam penyakit. Pada 2017, ungkap Ayat, Ceva melakukan pemetaan penyakit yang ada di Indonesia.

Tujuannya adalah mencari solusi inovatif dalam memberikan perlindungan kesehatan ternak. Tan tangan lain, lanjutnya, ke depan industri ayam akan mengarah kepada kandang tertutup (closed house) terkait efisiensi. Ayat menjabarkan, Ceva memiliki CHICK (Ceva Hatchery Immunisa tion Control Keys) program. Akhir 2017 telah mendapatkan Quality Recog nition dari Bureau Veritas, perusaha an pengujian dan sertifikasi internasional. Dalam program tersebut, Tim Ceva akan secara rutin mengunjungi hatchery untuk memasti kan ayam telah divaksi nasi 100% dengan baik.

Wintolo, Layer & Bree der Business Develop ment Mana ger PT Ceva Animal Health Indonesia menim pali, pihaknya juga punya EGGS program. Program ini dirancang untuk meng optimalkan kualitas vaksi nasi pada bree der dan la yer dengan empat pilar uta ma, yakni Vaccine (Handling & Pre paration), Equipment (Se tup, Opera tion, & Cleaning) Vaccina tion Technique (Technique Principle & Methods), dan Monitoring & Diagnosis (Monitoring & Reporting). Ceva juga menganut konsep Global Protection System (GPS), yaitu perlindung an vaksinasi tidak hanya untuk satu negara saja, tapi secara global.

Selain itu, Ceva pun memiliki proyek Ecat ID (Hatchery automation). Penetas otomatis ini merupakan alat yang sem purna dalam meningkatkan perfor ma hatchery dan memaksimalkan produktivitas. Semua program tersebut untuk mewu judkan perlindungan menyeluruh ter hadap ternak unggas milik pelanggan Ceva di seluruh dunia