Buntut Sukses dari Berbisnis Sapi Potong

Keberadaan Mall Hewan Qurban kerap kali diperbincangkan saat le baran Idul Adha menjelang. Rom doni, pemiliknya, menyulap showroom yang sehari-hari menawarkan mobil be kas menjadi jajaran sapi-sapi yang siap dibeli. Meskipun Mall Hewan Qurban sudah banyak dikenal orang, bisa jadi belum banyak yang tahu sejarah sang pemilik.

Haji Doni, begitu ia akrab disapa, mulai ber bis nis sapi potong saat masih ABG, 14 ta hun. “Pagi dini hari sudah berburu daging ke Pasar Buncit (Jakarta Selatan) dan ha nya membeli beberapa kilogram saja. Ke mu dian dijual ke pasar Cisalak,” kenangnya. Kisah itulah yang mengawali Doni menjadi pengusaha sapi potong sukses dan kemudian merambah bidang usaha lainnya.

Hasil Ketekunan

Selang beberapa tahun berjualan daging sapi, pada usia 18 tahun, pria kelahiran 22 Januari 1965 itu mulai bisa mengum pulkan modal untuk membeli seekor sapi sendiri.

Sulitnya mendapat kredit dari bank waktu itu memantik semangatnya menabung keuntungan untuk dijadikan modal berikutnya. Kerja kerasnya pun terbayarkan. Mulai dari hanya berjualan daging, kini sudah bisa dagang sapi hidup. Kini Doni sudah memiliki empat outlet penjualan sapi kurban. Dua berlokasi di Kelapa Dua, satu di Tapos, Kota Depok dan satu lagi di Cisalak, Bogor, Jawa Barat. Saat ditemui AGRINA jelang Idul Adha lalu, jumlah sapinya, termasuk sapi kurban, sekitar 32 ribu ekor dan omzetnya mencapai Rp30 miliar sebulan.

Dari hasil usaha sapi potong yang dirintis, pria Betawi ini merambah bisnis jual beli mobil, perbengkelan, bahkan usaha di bidang properti. Selain musim idul adha, pria yang mengaku hanya lulusan SD itu setiap hari tetap mengisi pasar untuk beberapa wilayah Jabodetabek.

Dalam satu hari, permintaan sapi ke pasar bisa mencapai 5070 ekor. “Jadi daging sapi ini bukan hanya menjelang lebaran, harian juga ada. Karena pasar yang kita isi juga cukup banyak. Ada pasar Cibinong, Citeureup, Ciluar, Ci leungsi (semua nya di wilayah Bogor). Se ba gian Jakarta Timur meliputi Ciracas, Ci jantung, dan Kramat jati, bahkan ada juga Bekasi,” rincinya.

Sapi Wagyu dan Mall Hewan Qurban

Idul Adha yang baru lalu Doni tidak hanya menawarkan sapi lokal dan sapi limosin, tapi juga sapi wagyu di malnya. Tentu saja yang dia bidik para pekurban premium. Ia berani mendatangkan sapi wagyu lantaran ada permintaan dari beberapa pelanggannya.

“Request-nya sudah ada dari empat tahun lalu, tahun ini kita datangkan,” ujarnya. Doni menceritakan sempat disebut sebagai orang tak waras saat peluncuran mall hewan qurban. Hal ini karena bentuk tempatnya untuk berjualan mobil, tetapi yang datang mengisinya justru kumpulan sapi. Dari mulai toko buka hingga tutup, kurang lebih ada 100 calon pembeli yang datang setiap hari.

Nama mall hewan kurban pun bukan dirinya yang menyematkan. Pemberian na ma outletnya malahan datang dari pem beli-pembelinya yang merasa nyaman dengan pelayan dan teknologi yang disediakan. Selain tersedia AC di tem patnya berjualan sapi, sapi-sapinya juga dipa sangi RFID (Radio Frequency Identification atau Identifikasi Frekuensi Radio). “Sapi tinggal kita scan saja. Nanti informasi lengkapnya keluar, bisa dilihat di tablet ataupun smartphone.

Mulai dari kode, harga jual sampai tipe sapinya apa. Ini sekaligus menghindari tertukarnya sapi yang dibeli,” tuturnya ramah.